Ngompol pada bayi seringkali disebut
juga sebagai ngompol primer. Ngompol primer terjadi
diduga akibat dari keterlambatan proses pematangan sistem saraf pada anak anak. Ompol
atau sering juga disebut dengan nokturnal enuresis ialah pengeluaran urine yang
tidak disadari pada saat tidur. Terkadang definisi ngompol juga digunakan untuk
menyebut anak anak yang gagal mengontrol pengeluaran
urine saat mereka terjaga. Pada usia 5 tahun, kurang lebih 20% dari anak anak akan ngompol sekali
dalam sebulan. Dari jumlah itu, 5% dari anak laki laki dan 1% dari anak
perempuan akan ngompol pada malam hari. Memasuki usia 6 tahun, prosentase anak
yang ngompol akan berkurang menjadi 10% dan sebagian besar adalah anak laki
laki. Prosentase anak yang ngompol setiap tahun akan terus berkurang menjadi
setengahnya setelah sang anak melewati usia 5 tahun. Ada pula ahli yang
menghubungkan riwayat keluarga dengan ngompol primer ini. Jika salah satu dari
orang tuanya mempunyai kebiasaan ngompol maka kemungkinan 45% anaknya akan
mempunyai kebiasaan yang sama.
Apa yang
menjadi masalah utama dari ngompol primer?
Masalah utama
yang dihadapi oleh anak anak pengompol primer adalah ketidakmampuan otak untuk
menangkap sinyal yang dikirimkan oleh kandung kencing yang sudah penuh saat
sang anak terlelap. Kenyataannya, kapasitas kandung kencing pada anak pengompol
lebih kecil daripada anak anak yang normal.
Bagaimana mengatasi ngompol primer?
Cara mengatasi ngompol primer sangat berhubungan dengan waktu.
Kesabaran dan peran serta orang tua sangat diharapkan. Namun tidak sedikit dari
mereka yang frustasi dengan lamanya sang anak mengalami ngompol
primer. Karena sang Bunda juga akan kerepotan mengganti sprei kasur yang tiap
hari harus di ganti karena basah terkena ompol. Sprei yang biasa digunakan juga
tidak bisa menahan rembesan ompol yang nembus ke kasur. Dan hal ini tentu saja
membuat kasur menjadi bau ompol. Untuk masalah ini sebaiknya Bunda menggunakan
sprei yang bisa menahan ompol si kecil agar tidak tembus ke kasur atau yang
sedang rame sekarang adalah sprei anti air/ sprei waterproof.
Jika hal itu sudah
dilakukan Bunda juga bisa mencoba melakukan berbagai cara untuk mengatasi ompol
si kecil termasuk dengan memberikan penghargaan atau hadiah bila sang anak
tidak ngompol. Ternyata tindakan ini cukup berhasil dalam mengatasi ngompol
primer. Tujuh
puluh lima persen dari anak pengompol primer mengalami kemajuan yang berarti
dengan cara ini. Orang tua yang selalu memotivasi anaknya untuk mengontrol
kebiasaan
ngompol sangat berpengaruh terhadap kemampuan sang anak dalam mengendalikan
pengeluaran urine.
Selamat mencoba Bunda..
semoga membantu.. ^,^

No comments:
Post a Comment